Jumat, 12 Februari 2016



adventure to desa 
(book 1)




Tak terasa suda 3 tahun aku tidak jalan” ke desa ..
“Kenapa??? Karna desanya jauh , kalo jalan wahh bisa pecahin rekor dunia”
 Rindu rasanya ingin berkumpul keluarga , sahabat” yang gak di kenal , ,
   Di waktu yang sama , seorang teman mngajakku untuk jalan’’ ke desa untuk sekedar reffresing  . tanpa basa kuyup .. ups maaf salah ketik , magsudnya tanpa basa basi. Aku langsung menolak ajakannya , dia kagett dan berkata “keenapa???” di situ kadang saya merasa sedih .
     Lalau aku mngajaknya kembali “ bgaimana klo kita kedesa mngendarai sesuatu , soalnya klo jalan waahh aku rasa aku gak kuat”. dan disitu dia terkadang merasa sedih , punya teman sperti syaaa..
     Kami berdua pun setujuh , kami berdua cepat” melompat kemudian memanjat sampai laintai ke-7 untuk siap siap “”biasa tinggal di apartemen””
   Tak berapa lama (walaupun 3 hari) segalanya suda siap.
Kamipun cepat” berangkat mnggunakan alat transportasi tercepat dan akurat yang biasa kami gunakan .
 12 jam perjalanan terasa satu hari semenjak kami berangkat tadi , kami memutuskan untuk mencari hotel bintang lima, tak berapa jauh kmi menemukan hotel yang terkenal , karna dulunya hotel ini biasa di tempati seorang aktor film , yang membintangi sebuah film tentang alam . tapi sayang hotel ini suda tdak berbintang lima dan suda tdak terknal lagi , semenjak dua bintangnya telah dicuri , dan sekarang hotel ini di kenal , “bintang tiga” lalu dibawahnya tertulis “tinggal kenangan”
     Setelah menginap semalaman , pagi” sekali kami langsung berangkat , sinar cahaya yang masi redup akibat tenggelam semalaman menuntun perjalanan kami .
Tidak begitu jauh desa yang indah dan harmoni itu suda mulai menunjukan batang hidungnya .
  Sesampainya di pinggiran desa , aku berhenti sejenak lalu menutup mata dan berkata dalam hati “welcome home”
 Tiba tiba seorang anak kecil menegur kami “om om kalian dari mana?”  dengan senyuman dan prasaan agak malu aku dan temanku menjawab “dek kami dari kampung sebelah”
    Lalau terdengar suara merdu yang sangat indah berkata ‘’ sayang”, alunan suara itu yang slalu aku dengar hampir setiap waktu , sewaktu tinggal di desa , iyaaahhhh tak salah lagi , diaaaa ,, diaaa seorang wanita , wanita itu adalah ibu anak itu . “sayang jangan jauh jauh dari ibu yahhh’’

Langkah demi langkah kulaluih di perjalanan menujuh rumah dan mngingat kenangan yang dulu , kenangan yang indah, kenangan yang tak bisa kulupakan . aku melalui sungai yang dulunya sering aku tempati untuk berendam bersama kawan” , aku masi bisa melihat bayangan sahabat’ku yang tak ku kenal sedang melompat kedalam api ,, ehh magsudnya kedalam air .
Setelah melewati sungai terlihatlah sebuah gubuk kecil yang berbentuk istana yang megah , yahh itulah rumahku ,, eh magsudnya rumah ayah dan ibuku , maaf aku baru sadar aku hanya numpang J :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar