adventure to desa
(book 1)
Tak terasa suda 3 tahun aku tidak
jalan” ke desa ..
“Kenapa??? Karna desanya jauh ,
kalo jalan wahh bisa pecahin rekor dunia”
Rindu rasanya ingin berkumpul keluarga ,
sahabat” yang gak di kenal , ,
Di waktu yang sama , seorang teman mngajakku untuk jalan’’ ke desa untuk
sekedar reffresing . tanpa basa kuyup ..
ups maaf salah ketik , magsudnya tanpa basa basi. Aku langsung menolak
ajakannya , dia kagett dan berkata “keenapa???” di situ kadang saya merasa
sedih .
Lalau aku mngajaknya kembali “ bgaimana
klo kita kedesa mngendarai sesuatu , soalnya klo jalan waahh aku rasa aku gak
kuat”. dan disitu dia terkadang merasa sedih , punya teman sperti syaaa..
Kami berdua pun setujuh , kami berdua
cepat” melompat kemudian memanjat sampai laintai ke-7 untuk siap siap “”biasa
tinggal di apartemen””
Tak berapa lama (walaupun 3 hari) segalanya suda siap.
Kamipun cepat” berangkat
mnggunakan alat transportasi tercepat dan akurat yang biasa kami gunakan .
12 jam perjalanan terasa satu hari semenjak
kami berangkat tadi , kami memutuskan untuk mencari hotel bintang lima, tak
berapa jauh kmi menemukan hotel yang terkenal , karna dulunya hotel ini biasa
di tempati seorang aktor film , yang membintangi sebuah film tentang alam .
tapi sayang hotel ini suda tdak berbintang lima dan suda tdak terknal lagi ,
semenjak dua bintangnya telah dicuri , dan sekarang hotel ini di kenal ,
“bintang tiga” lalu dibawahnya tertulis “tinggal kenangan”
Setelah menginap semalaman , pagi” sekali
kami langsung berangkat , sinar cahaya yang masi redup akibat tenggelam
semalaman menuntun perjalanan kami .
Tidak begitu jauh desa yang indah
dan harmoni itu suda mulai menunjukan batang hidungnya .
Sesampainya di pinggiran desa , aku berhenti sejenak lalu menutup mata
dan berkata dalam hati “welcome home”
Tiba tiba seorang anak kecil menegur kami “om
om kalian dari mana?” dengan senyuman
dan prasaan agak malu aku dan temanku menjawab “dek kami dari kampung sebelah”
Lalau terdengar suara merdu yang sangat
indah berkata ‘’ sayang”, alunan suara itu yang slalu aku dengar hampir setiap
waktu , sewaktu tinggal di desa , iyaaahhhh tak salah lagi , diaaaa ,, diaaa
seorang wanita , wanita itu adalah ibu anak itu . “sayang jangan jauh jauh dari
ibu yahhh’’
Langkah
demi langkah kulaluih di perjalanan menujuh rumah dan mngingat kenangan yang
dulu , kenangan yang indah, kenangan yang tak bisa kulupakan . aku melalui
sungai yang dulunya sering aku tempati untuk berendam bersama kawan” , aku masi
bisa melihat bayangan sahabat’ku yang tak ku kenal sedang melompat kedalam api
,, ehh magsudnya kedalam air .
Setelah
melewati sungai terlihatlah sebuah gubuk kecil yang berbentuk istana yang megah
, yahh itulah rumahku ,, eh magsudnya rumah ayah dan ibuku , maaf aku baru
sadar aku hanya numpang J :D